Pages

kita hanya sebatas goresan pinsil usang

kita ternyata sudah pergi

membelah diri
dan meninggalkan saya termangu di sini
di tepi kali

kita ternyata tak berbekas lagi
separuhnya mungkin sudah menari-nari dan bergelayutan pada kumpulan awan diatas pohon kenari
dan lagi-lagi tersisa saya
sibuk menghitungi bintang jatuh yang ternyata belum juga nampak sampai malam ini

kita hanya sebatas goresan pinsil usang
dihapus dengan karet kotor
yang membuat kertas lebih tak berharga

dan tinggallah saya
dibawah temaram lampu seadanya
terus berusaha menggosokan karet hingga tipis jadinya

kita tak ada lagi
memcah menjadi dia yang ternyata terbang terlalu tinggi
dan saya yang bersiap diri melangkah pergi

btemplates

4 comments:

brown sugar mengatakan...

Duuuuhh kesannya lagi putus asa...menyesali diri...ada apakauh dikau wahai mbak rani yang cantik;))

J O N K mengatakan...

(lagi-lagi) puisi yang penuh makna nih ,,, jadi merinding bacanya ...

apakah makna nya itu, hidup adalah tulisan-tulisan yang tidak bisa dihapus ??????

catatanseorang"chairani" mengatakan...

@brown sugar : mungkin masih terlalu dini klo dibilang putus asa nihh...semoga tidak sampai ke tahapan itu

@jonk: hidup benar tulisan yang tak bisa dihapus, terpaku disana..dan membuat kita malu sendiri saat membaca nya

Mbah Koeng mengatakan...

Walaupung usang tapi berguna !!