Pages

manusia-nyadar-diri

ini cuplikan obrolan khas saya dengan orang yang baru saya kenal di angkot, di pasar, di salon,di chat-room.
. . .
orang itu :"masih kuliah neng?"
saya :"masih"
orang itu :""dimana kitu neng kuliahna?"
saya :"di UPI"
orang itu :"UPI teh IKIP tea kan?"
saya :"iya teh/kang/bu/pa"

(oh..come on people!! fact:penggantian IKIP menjadi UPI terjadi pada 7 Oktober 1999 melalui Keputusan Presiden RI No. 124 tahun 1999 )
orang itu :"jurusan apa neng?"
say a :"MATEMATIKA"
orang itu :"ohh..."
saya : (tersenyuuuumm)

penggalan "ohh.." itu entah kenapa sedikit mengganggu perasaan bangga yang sudah saya kibarkan. sudah puluhan kali saya menjalani penggalan obrolan di atas, sehingga otak saya dengan sendirinya mengartikan penggalan singkat "ohh" tadi sebagai :
'matematika?plis deh neng..ko mau-maunya masuk ke jurusan yang dianggap Susyeh da dibenci orang-orang'

dan makna yang terkandung dalam bagian (tersenyuuuumm) yang dengan manis saya persembahkan adalah:
'gw gituh loh'

ha..ha..saya ingatkan, saya manusia biasa dengan potensi ego yang luar biasa,
dan mekanisme self-defense yang selalu terpasang kuat bagaikan kuda-kuda.

saya yakin bukan hanya saya-kuliah-di-jurusan-matematika yang melakukan ekspresi
gw-gituh-loh
banyak orang..
dia-dan jurusan kedokterannya
dia-dan jurusan psikologinya
dia-dan jurusan kedokteran-masuk-pake-duit-selangit
dia-dan FIKOMnya
dia-dan jurusan teknik informatikanya
dia-dan predikat lulus SPMBnya
dia-dan predikat lulus USMnya
dia-dan UNPADnya
dia-dan ITBnya
dia-dan Maranatha/UNPARnya
dia-dan AKPOL + sogokan mautnya
dia dan dia dan diaa...banyak sekali ya..

ada yang memasang ekspresi gw-gituh-loh dengan kadar yang pas, tapi ada pula memasangnya dengan kadar yang berlebihan atau malah super berlebihan dan membuat lawan bicaranya membuat ekspresi tandingan yaitu ekspresi muka-mualesss.

mudah-mudahan kadar saya masih dalam porsi nge-pas.
kalau anda?

==============================================================================
hati-hati!! ekspresi gw-gituh-loh terjadi hampir pada semua aspek kehidupan
misalnya: tempat bekerja, kualifikasi pacar, agama, kasta ekonomi keluarga,
dll,dsb,dan seterus-terus-terusnya.
jgn sampai porsi anda (dan saya) menjadi berlebih.
i beg you..marilah kita galakkan program "manusia-nyadar-diri"
bersama kita bisa!!(hehe..)==============================================================================

btemplates

2 comments:

srex aswinto mengatakan...

Mbak...Kalo kita baca sejarah orang2 besar pada awal dari tumbuhnya ilmu pengetahuan yg modern...mulai dari Aristoteles, plato, archimides, Newton, sampai generasinya einstein dan steven Hawking sekarang....Mereka semua ahli Matematik, mereka ahli dalam logika.
sumber dari sgala ilmu (science) adalah matematika dan logika, kemudian berembang menjadi logika nyata dan logika abstrak.
Para ilmuwan2 tsb disamping jenius dalam bidang matematika mereka juga juga pandai dalam ilmu filsafat (kehidupan).
Coba aja mbak baca2 biografi tentang mereka, pasti ada ungkapan2 atau kiasan2 yang memiliki nilai filsafat tinggi tentang kehidupan.
Kesimpulannya; orang yang cerdas dan intelektualitasnya tinggi lah yang dapat memahami seni dan filsafat kehidupan.

Semoga mbak mengikuti jejak mereka...

KEMEM mengatakan...

revisi chat masa kini....

orang itu :"masih kuliah neng?"
saya :"masih"
orang itu :""dimana kitu neng kuliahna?"
saya :"di UPI"
orang itu :"UPI teh IKIP tea kan?"
saya :"iya teh/kang/bu/pa"
(oh..come on people!! fact:penggantian IKIP menjadi UPI terjadi pada 7 Oktober 1999 melalui Keputusan Presiden RI No. 124 tahun 1999 )
orang itu :"jurusan apa neng?"
say a :"MATEMATIKA"
orang itu :"ohh..."
saya : (tersenyuuuumm)
orang ini : "emang bisa berhitung?"

emmhhh... n_n