Pages

HAM-versi chairaniuni

================================================================
HAM disini bukan hak asasi manusia tapi Hubungan Antar Manusia, kenapa saya tambahkan versi chairaniuni karena sudah ada versi terdahulu yang sejujurnya salah satu inspirator. silahkan cek HAM-versi NoRiYu-buku:Libido junkie
================================================================

Masih ingatkah sejak jaman SD dulu kita sudah diberi pengertian tentang perbedaan manusia dengan mahluk lainnya. Perbedaannya adalah manusia diberi akal.
Saya dulu pun mengangguk setuju, tapi semakin saya dewasa anggukan mantap itu berubah menjadi gelengan kepala.
Betapa akal yang sebenarnya anugerah spesial yang eksklusif diberikan hanya kepada manusia menjadi musibah bagi dirinya sendiri.

saya berhipotesis
mungkin bermula dari akal (dan perpaduan sempurna dengan nafsu)
lalu timbullah kelicikan, kerakusan, kesombongan, kedengkian,
merasa paling benar dan merasa paling berakal.
EGO.
merasa semua hal tentang AKU.
dan merasa bisa seenak perut menilai, mengumpat, mencibir dan mengintimidasi manusia sesamanya.

lagi-lagi saya berhipotesa
mungkin kebenaran, kenormalan, keabnormalan itu adalah sebuah standar yang manusia buat sendiri.
berbagai standar yang sangat relatif sehingga mungkin kalau ada 8 milyar orang di dunia berarti ada 8 milyar standar yang ada. beda-beda. dibentuk oleh setiap individu.
pantas saja banyak orang makin gila, ke-sosial-an menuntut manusia untuk bisa menerima standarisasi orang lain dan tetap harus berpegang pada standar pribadi.
itulah mungkin sebabnya masyarakat selalu terkotak- kotak, membuat geng di SMA dulu, atau membuat komunitas, membuat partai politik,
membuat kelas bwah-kelas menengah-kelas atas-kelas super atas
dan disetiap kotak isinya adalah individu-individu yang merasa standarnya hampir sama.

tidak ada yang salah dengan itu, itulah mekanisme diri manusia untuk tetap bertahan hidup.
agar tetap eksis dalam sebuah seleksi alam.

mungkin yang salah adalah..
(terlalu)EGO.
(terlalu)merasa semua hal tentang KOTAKKU.
dan merasa bisa seenak perut menilai, mengumpat, mencibir dan mengintimidasi kotak sesamanya.

dan saya muak..
tapi tetap saja selalu ikut berjubel di gelanggang kemunafikan.
tetap saja saya rajin menilai manusia dari segala hal.
dari pakaian nya yang seperti apa. dari obrolannya yang berisi apa. dari pemikirannya yang bagaimana.
tetapi selalu ada perasaan who-i-think-i-am setiap saya melakukan penilaian negatif.
selalu ingin memperbaiki, tetapi gelanggang ini terlalu berjubel,
sikut dan injakan kaki yang saya terima menuntut saya melakukan self-defense untuk menyikut balik.

lagi-lagi-lagi saya berhipotesa
mungkin salah satu hal yang sering terlupa oleh mahluk terhebat bernama manusia adalah
RESPECT
boleh menilai tapi sampaikan dengan santai
boleh mengkritik tapi jangan sampai membuat orang lain terusik
kita sama-sama sedang menempuh suatu perjalanan, ada beribu rute yang mengantarkan kita ke tempat tujuan
bukan berarti rute kita benar dan orang lain salah
bukan berarti rute kita salah dan orang lain benar
nanti saja kita peroleh kesimpulannya saat bersama kita melepas lelah di tempat tujuan.

dan sebelum terlupa..ada kata MAAF yang menagih saya.
untuk pihak-pihak yang pernah mnerima sikut saya yang menyakitkan..maaf..
mungkin itu perpaduan antara sikut anda yang juga tajam
dan otak saya yang terkontaminasi emosi sampai jadi buram


==============================================================
catatan jam 8 pagi ditemani seduhan capucinno instan yang rasanya terlalu instan.

btemplates

2 comments:

TIZAR AZIZ mengatakan...

wah itu mah pembunuhan karakter,,
saha jalmi na neng??
urang gebugan ku sararea yu!!!
hahaha

tenang neng, lanjutkan saja perjuanganmu lewat karyamu..anggap saja mereka anjing menggonggong!

srex aswinto mengatakan...

Gilee...beneer.... tulisan mu setara dg pemikiran S2.

Soal ego, self defence, normal/abnormality, respect memang istilah yg melekat pada fungsi manusia sbg makhluk sosial. Karena jumlah manusia makin banyak sedang ruang hidup makin sempit, maka manusia makin kehilangan privacy nya, yg sebenarnya sangat dibutuhkan sbg sarana untuk menimbulkan rasa aman dan nyaman (self secure & comfort), susahnya manusia jg memiliki sifat curiga, selalu ingin tahu, selalu ingin terlibat dan dilibatkan dlm kehidupan /kejadian2 yg dialami orang lain, entah hanya sekedar sbg pengamat dan komentator, ato sukur2 ikut terlibat sbg tokoh pelaku.
Ini yg sering menimbulkan friction dan timbullah conflict...inilah sperti hal nya kasus sikut-menyikut mbak...
Kesimpulan ku atar post mu; manusia membutuhkan 'ruang privacy' untuk mengaktualisasikan dirinya...

a.l dg ngeblog ini?
ya mungkin...
mungkin ya...
entahlah...